Tips Renovasi Rumah dengan Dapur di Bawah Tangga

Dear Pak Wijoyo Herdomartono, Saya dan keluarga ingin merenovasi rumah melalui pinjaman Kredit Renovasi. Ukuran rumah kami 6m x 15m, (terlampir denah rumah kami). Mohon bantuan Pak Wijoyo untuk mendesain ulang rumah kami, sehingga bisa mendapatkan ruang yang maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami. Rencana renovasi dan penambahan ruang sbb.

  1. Kamar tidur 3 buah.
  2. Taman dan teras depan tak perlu terlalu besar, sehingga dapat digunakan untuk memperluas ruang lain.
  3. Taman kecil di belakang untuk ventilasi agar ruang tidak pengap.
  4. Tangga di belakang, kolong tangga untuk dapur.
  5. Kamar asisten rumah tangga, ruang jemur dan gudang di atas. Demikian Pak Wijoyo, mohon bantuan bapak untuk mendesain rumah kami, dengan anggaran dan luas terbatas. Terima kasih atas bantuannya. Best Regard, Hesti.

Ibu Hesti yang baik, Terima kasih untuk pertanyaan yang telah dikirimkan. Rumah keluarga dengan luas terbatas, perlu disiasati dengan membuat pembagian dan pengelompokkan ruang yang benar. Untuk ruang berkumpul bersama keluarga yaitu ruang keluarga dan ruang makan tentunya membutuhkan ruang terbuka dan cukup untuk mewadahi kegiatan.

Alangkah baiknya apabila kedua ruangan ini berdekatan atau lebih baik lagi kalau bisa menjadi satu, karena akan bisa menghemat ruangan. Dalam denah perubahan yang saya berikan, dapat Anda lihat ruang tamu/foyer menyatu dengan ruang makan dan ruang keluarga. Foyer cukup diberi penyekat untuk membatasi pandangan langsung ke ruang keluarga Anda, sehingga secara keseluruhan rumah akan terlihat lebih terbuka dan luas.

Ruang tertutup hanya ruang tidur yang berada di kanan depan. Seperti permintaan Anda, kolong bawah tangga dapat dimanfaatkan sebagai lemari penyimpanan dapur. Exhaust fan atau cooker hood sangat perlu digunakan untuk konsep dapur terbuka seperti ini. Pipa atau saluran pembuangan udara dapat disembunyikan di dalam lemari dapur/bawah tangga, bertemu dengan saluran pembuangan udara kamar mandi dan dibuang ke taman depan tentunya, sehingga asap atau bau-bauan tidak akan mengganggu kegiatan keluarga. Di lantai 2 rumah Anda, nantinya akan ada ruang tidur utama dan ruang tidur 2.

Mengapa ruang tidur utama saya letakkan di atas? Alasannya sederhana saja, saya ingin mendapatkan ruang tidur yang cukup luas, apalagi jika Anda menginginkan adanya kamar mandi pribadi. Di lantai bawah, ruang tidur terbatas oleh luas lahan. Sedangkan di atas, Anda bisa menambahkan ruang tanpa harus mengambil lahan ruang terbuka, dengan cara membuat konstruksi kantilever pada ruang tidur utama.

Anda tinggal menambahkan dinding yang lebih menjorok keluar. Sebetulnya bisa saja ruang tidur utama tidak perlu menjorok ke depan, karena masih ada ruang di area jemur belakang. Namun saya khawatir suatu saat Anda membutuhkan gudang atau ruang penyimpanan, maka sebagian dari area jemur ini dapat dijadikan sebagai gudang tadi. Ruang tangga saya buat terbuka, sehingga akan ada void antara lantai 2 dengan lantai 1.

Void ini akan membuat sirkulasi udara di ruang keluarga, terutama dapur, dapat bekerja dengan sangat baik, apalagi dengan adanya bukaan pada dinding ruang tangga/void. Ruang asisten rumah tangga berikut kamar mandi, area cuci, jemur, dan setrika, meskipun terpisah dengan ruang utama rumah, namun aksesnya sangat mudah dan dekat.

Area servis juga dibuat terbuka, sehingga sirkulasi udara dapat membuat area ini nyaman, seandainya Anda sendiri yang harus bekerja di ruang ini pada saat asisten sedang tidak ada. Area jemur dapat ditutup atasnya dengan atap transparan, sehingga jemuran tetap bisa berada pada tempatnya manakala hujan turun. Demikian jawaban dari saya, semoga Ibu Hesti berkenan.

Rumah yang sudah bagus tentunya belum lengkap jika tidak ada instalasi genset. Sebuah genset sangat bermanfaat ketika terjadi pemadaman listrik. Harga genset silent 150 kva di Surabaya bisa didapatkan dengan murah apabila membelinya pada distributor resmi.