Turki dan AS Setuju Selesaikan Masalah Dengan Damai

Turki dan AS Selesaikan Masalah Dengan Damai

Turki dan AS Selesaikan Masalah Dengan Damai – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan koleganya dari Turki, Mevlut Cavusoglu, sepakat melanjutkan upaya menyelesaikan berbagai masalah di antara kedua negara, di sela pertemuan menteri kawasan Asia Tenggara atau ASEAN di Singapura, kemarin. “Keduanya membahas sejumlah masalah dan melakukan pembicaraan yang membangun.

Mereka sepakat terus mencoba menyelesaikan masalahmasalah di antara kedua negara,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, seperti dilansir Reuters. Kepada wartawan yang bepergian bersamanya ke Singapura, Pompeo mengatakan Amerika Serikat telah memberi tahu Turki bahwa “sudah waktunya Pastor Brunson dikembalikan”.”Saya berharap mereka akan melihat ini apa adanya, bahwa kami sangat serius,” kata Pompeo perihal sanksi itu. “Kami menganggap ini adalah salah satu dari banyak masalah yang kami miliki dengan Turki.”

Hubungan antara Amerika Serikat dan Turki memburuk setelah Pastor Brunson ditahan selama 21 bulan di penjara Turki sampai ia dipindahkan ke tahanan rumah, pekan lalu. Pada Selasa lalu, pengadilan menolak membebaskannya dari tahanan rumah selama persidangan atas tuduhan terorisme. Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap Menteri Kehakiman Turki, Abdul hamit Gul, dan Menteri Dalam Negeri, Suleyman Soylu, pada Rabu lalu. Keduanya disebut memainkan peran utama dalam penangkapan dan penahanan Brunson, seorang pendeta Kristen yang telah tinggal di Turki selama lebih dari dua dekade.

Brunson didakwa mendukung kelompok Ankara, yang disalahkan karena mendalangi percobaan kudeta pada 2016. Dia membantah tuduhan tersebut, tapi menghadapi tuntutan hing ga 35 tahun penjara. Dia dituduh membantu pendukung Fethullah Gulen, seorang ulama yang berbasis di AS, yang dituding mendalangi upaya kudeta pada 2016 terhadap Erdogan.

Menteri Keuangan Turki, Berat Albayrak, yang juga menantu Erdogan, mengatakan sanksi itu tidak dapat diterima dan akan memiliki dampak terbatas pada ekonomi Turki. Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan akan membalas terhadap apa yang disebut tindakan bermusuhan Washington. Lira Turki jatuh ke rekor terendah, yakni di atas lima dolar, setelah sanksi tersebut. Aksi jual, yang juga memukul saham Turki dan profil risiko utang, mencerminkan kekhawatiran investor yang makin mendalam atas ketegangan dengan Amerika Serikat, sekutu NATO dan mitra dagang utama.

Dalam kesempatan terpisah, Cavusoglu mengatakan kepada stasiun televisi Turki bahwa kedua negara telah sepakat bekerja sama menyelesaikan masalah diantara mereka. Menteri Luar Negeri Turki juga mengatakan dia dan Pompeo membahas langkah-langkah bersama potensial yang bisa diambil kedua negara terkait dengan Idlib dan Manbij di Suriah. Kedua negara anggota NATO ini seperti diketahui juga berselisih atas kebijakan di Suriah. Dua diplomat tertinggi di negara masing-masing telah sering berbicara melalui telepon. Terakhir kali pada Rabu lalu atas permintaan pihak AS, yang menandai percakapan keempat selama 15 hari terakhir.